Wednesday, June 1, 2011

Fall Out Boy


Fall Out Boy telah menjadi rajanya emo tanpa menunjukkan banyak emosi. Mereka memang melakukan semua gerak-gerik khas emo: Vokalis Patrick Stump menyuarakan rasa sakit, melampiaskan uneg-uneg dan mengakui ketidakpercayaan diri diiringi gitar yang meluncur menuju refrain megah. Album keempat grup itu, Folie a Deux, berawal dengan keadaan sangat gelisah, di mana Stump melantun, "Im coming apart at the seams", diiringi organ pemakaman.

Tapi di balik melodrama itu terdapat senyum jahil. Pada "Disloyal Order of Water Buffaloes", Stump bernyanyi tentang gangguan mental dan masa rehabilitasi sebelum mengolok diri sendiri: "Nobody wants to hear you sing about tra-gedy." Judul "The (Shipped) Gold Standard" adalah lelucon tentang penjualan album, dan refrain-nya mengandung sindiran: "You can only blame your problems on the world for so long/Before it all becomes the same old song." Di dunia Fall Out Boy, lucu selalu menang melawan tulus.


Itu turut berlaku di Folie a Deux, album mereka yang terjahil. Ini juga merupakan album mereka yang paling rock star. Hanya sebuah band papan atas yang dapat mengajak bintang tamu yang terdapat di sini, yang mencakupi rekan-rekan emo (Travis McCoy dari Gym Class Heroes), rapper (Lil Wayne, Pharrell) hingga le-genda (Elvis Costello, Deborah Harry). Musiknya menunjukkan bahwa Fall Out Boy, yang telah memantapkan posisi sebagai band rock yang mewakili Generasi Y, mulai memikirkan tempat mereka dalam sejarah. Pada "Headfirst Slide Into Cooperstown on a Bad Bet", Stump bernyanyi, "I dont just want to be a footnote". Kesadaran yang meningkat ini terdengar jelas dalam musiknya, yang memadukan ciri-ciri khas band ini punk pop enerjik dan kemegahan prog rock dengan suara-suara yang lebih tua: vokal latar ala The Beatles di "Americas Suitehearts", balada soul yang dibalut string pada "What a Catch, Donnie" yang anggun. Fall Out Boy mulai berkecimpung dalam R&B di album Infinity on High pada tahun 2007, dan mereka lebih ba-nyak mendalami sisi funky itu di album ini: Stump semakin menonjol sebagai salah satu bintang blue eyed soul yang tak terduga, dengan menghidupkan kembali progresi kord R&B yang klasik dan memamerkan suaranya yang lentur. (Dia tampaknya bertekad menyaingi Robin Thicke sebagai pemilik suara falsetto kulit putih terbaik.)


Perpaduan musik di Folie a Deux menunjukkan bahwa band ini mungkin mengidap ADD, dengan melompat-lompat antar aliran dan era, tempo dan irama, kadang-kadang beberapa kali di lagu yang sama. Tapi lirik ciptaan Pete Wentz, sang bassis, simbol seks, penyair dan pelawak FOB, memberikan fokus. Seperti biasa, tulisan Wentz sangat panjang dan terobsesi dengan permainan kata. (Permainan katanya kadang-kadang tidak secerdas yang dibayangkan Wentz: "The mad keys tripping/Singing vows/Before we exchange smoke rings.") Yang paling utama adalah, Fall Out Boy tetap terobsesi dengan Fall Out Boy. Di "(Coffees for Closers)", Stump bernyanyi, "Throw your cameras in the air/And wave them like you just dont care." Selama puluh-an tahun, para rock star telah membuat album tentang ketenaran, tapi tak banyak yang menikmati bernyanyi tentang sisi absurd dan narsisis dari sebuah kehidupan yang dijalani di dalam sorotan. Pada "I Dont Care", Stump bernyanyi "I dont care what you think/As long as its about me", dengan menambahkan apa yang dapat menjadi pedoman FOB, sebuah kesimpulan dari pendekatan mereka yang jenaka terhadap permainan emo: "The best of us can find happiness in misery.

sumber : http://rollingstone.co.id/read/2011/02/08/185621/1563901/1107/fall-out-boy

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright (c) 2010 Music is every where. Design by WPThemes Expert

Blogger Templates and VPS Hosts.