Wednesday, June 1, 2011
Fall Out Boy
Fall Out Boy telah menjadi rajanya emo tanpa menunjukkan banyak emosi. Mereka memang melakukan semua gerak-gerik khas emo: Vokalis Patrick Stump menyuarakan rasa sakit, melampiaskan uneg-uneg dan mengakui ketidakpercayaan diri diiringi gitar yang meluncur menuju refrain megah. Album keempat grup itu, Folie a Deux, berawal dengan keadaan sangat gelisah, di mana Stump melantun, "Im coming apart at the seams", diiringi organ pemakaman.
Tapi di balik melodrama itu terdapat senyum jahil. Pada "Disloyal Order of Water Buffaloes", Stump bernyanyi tentang gangguan mental dan masa rehabilitasi sebelum mengolok diri sendiri: "Nobody wants to hear you sing about tra-gedy.
Sunday, May 29, 2011
Iron maiden
Iron Maiden pertama kali dibentuk tahun 1976 oleh pemain bass Steve Harris, kemudian dengan segera bergabunglah Tony Parsons sebagai rhythm gitar, Doug Sampson sebagai drum dan Paul Di’Anno sebagai vocalis. Sebelum akhirnya memperoleh rekaman, group ini bermain di area lokal sepanjang tahun 70-an, menerima penghargaan London Airplay.
Dennis Stratton menggantikan Tony Parsons dan band membuat debut rekor tahun 1980 dengan album berjudul Iron Maiden. Walaupun rekaman tersebut dirilis dengan tergesa-gesa, namun menjadi sebuah hit di UK yakni single “Running Free”.
Metallica
Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut.
Formasi pertama Metallica adalah Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.
Bob Marley
Saya mohon maaf karena postingan kali ini berbahasa inggris, tetapi tidak perlu kawatir, karena anda bisa menggunakan transtlator yang telah di sediakan ^^
Bob Marley was a hero figure, in the classic mythological sense. His departure from this planet came at a point when his vision of One World, One Love -- inspired by his belief in Rastafari -- was beginning to be heard and felt. The last Bob Marley and the Wailers tour in 1980 attracted the largest audiences at that time for any musical act in Europe.
Bob's story is that of an archetype, which is why it continues to have such a powerful and ever-growing resonance: it embodies political repression, metaphysical and artistic insights, gangland warfare and various periods of mystical wilderness. And his audience continues to widen: to westerners Bob's apocalyptic truths prove inspirational and life-changing; in the Third World his impact goes much further.
Bob Marley was a hero figure, in the classic mythological sense. His departure from this planet came at a point when his vision of One World, One Love -- inspired by his belief in Rastafari -- was beginning to be heard and felt. The last Bob Marley and the Wailers tour in 1980 attracted the largest audiences at that time for any musical act in Europe.
Bob's story is that of an archetype, which is why it continues to have such a powerful and ever-growing resonance: it embodies political repression, metaphysical and artistic insights, gangland warfare and various periods of mystical wilderness. And his audience continues to widen: to westerners Bob's apocalyptic truths prove inspirational and life-changing; in the Third World his impact goes much further.
Iwan Fals
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.




