<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957</id><updated>2012-02-16T11:10:40.154-08:00</updated><category term='Punk'/><category term='Pop'/><category term='Rock'/><category term='Reggae'/><category term='Metal'/><title type='text'>Music is every where</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-6041495121198334830</id><published>2011-06-01T21:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-01T21:51:38.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rock'/><title type='text'>Fall Out Boy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CBOPJOI4nxg/TecWbGQtbgI/AAAAAAAAAJc/O70eDyfCvFo/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="186" width="270" src="http://3.bp.blogspot.com/-CBOPJOI4nxg/TecWbGQtbgI/AAAAAAAAAJc/O70eDyfCvFo/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fall Out Boy telah menjadi rajanya emo tanpa menunjukkan banyak emosi. Mereka memang melakukan semua gerak-gerik khas emo: Vokalis Patrick Stump menyuarakan rasa sakit, melampiaskan uneg-uneg dan mengakui ketidakpercayaan diri diiringi gitar yang meluncur menuju refrain megah. Album keempat grup itu, Folie a Deux, berawal dengan keadaan sangat gelisah, di mana Stump melantun, "Im coming apart at the seams", diiringi organ pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di balik melodrama itu terdapat senyum jahil. Pada "Disloyal Order of Water Buffaloes", Stump bernyanyi tentang gangguan mental dan masa rehabilitasi sebelum mengolok diri sendiri: "Nobody wants to hear you sing about tra-gedy.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;" Judul "The (Shipped) Gold Standard" adalah lelucon tentang penjualan album, dan refrain-nya mengandung sindiran: "You can only blame your problems on the world for so long/Before it all becomes the same old song." Di dunia Fall Out Boy, lucu selalu menang melawan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu turut berlaku di Folie a Deux, album mereka yang terjahil. Ini juga merupakan album mereka yang paling rock star. Hanya sebuah band papan atas yang dapat mengajak bintang tamu yang terdapat di sini, yang mencakupi rekan-rekan emo (Travis McCoy dari Gym Class Heroes), rapper (Lil Wayne, Pharrell) hingga le-genda (Elvis Costello, Deborah Harry). Musiknya menunjukkan bahwa Fall Out Boy, yang telah memantapkan posisi sebagai band rock yang mewakili Generasi Y, mulai memikirkan tempat mereka dalam sejarah. Pada "Headfirst Slide Into Cooperstown on a Bad Bet", Stump bernyanyi, "I dont just want to be a footnote". Kesadaran yang meningkat ini terdengar jelas dalam musiknya, yang memadukan ciri-ciri khas band ini punk pop enerjik dan kemegahan prog rock dengan suara-suara yang lebih tua: vokal latar ala The Beatles di "Americas Suitehearts", balada soul yang dibalut string pada "What a Catch, Donnie" yang anggun. Fall Out Boy mulai berkecimpung dalam R&amp;B di album Infinity on High pada tahun 2007, dan mereka lebih ba-nyak mendalami sisi funky itu di album ini: Stump semakin menonjol sebagai salah satu bintang blue eyed soul yang tak terduga, dengan menghidupkan kembali progresi kord R&amp;B yang klasik dan memamerkan suaranya yang lentur. (Dia tampaknya bertekad menyaingi Robin Thicke sebagai pemilik suara falsetto kulit putih terbaik.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan musik di Folie a Deux menunjukkan bahwa band ini mungkin mengidap ADD, dengan melompat-lompat antar aliran dan era, tempo dan irama, kadang-kadang beberapa kali di lagu yang sama. Tapi lirik ciptaan Pete Wentz, sang bassis, simbol seks, penyair dan pelawak FOB, memberikan fokus. Seperti biasa, tulisan Wentz sangat panjang dan terobsesi dengan permainan kata. (Permainan katanya kadang-kadang tidak secerdas yang dibayangkan Wentz: "The mad keys tripping/Singing vows/Before we exchange smoke rings.") Yang paling utama adalah, Fall Out Boy tetap terobsesi dengan Fall Out Boy. Di "(Coffees for Closers)", Stump bernyanyi, "Throw your cameras in the air/And wave them like you just dont care." Selama puluh-an tahun, para rock star telah membuat album tentang ketenaran, tapi tak banyak yang menikmati bernyanyi tentang sisi absurd dan narsisis dari sebuah kehidupan yang dijalani di dalam sorotan. Pada "I Dont Care", Stump bernyanyi "I dont care what you think/As long as its about me", dengan menambahkan apa yang dapat menjadi pedoman FOB, sebuah kesimpulan dari pendekatan mereka yang jenaka terhadap permainan emo: "The best of us can find happiness in misery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://rollingstone.co.id/read/2011/02/08/185621/1563901/1107/fall-out-boy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-6041495121198334830?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/6041495121198334830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/06/fall-out-boy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/6041495121198334830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/6041495121198334830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/06/fall-out-boy.html' title='Fall Out Boy'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CBOPJOI4nxg/TecWbGQtbgI/AAAAAAAAAJc/O70eDyfCvFo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-453039755007866808</id><published>2011-05-29T12:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T12:24:30.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metal'/><title type='text'>Iron maiden</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0rohyU_XBCk/TeKdWWbHmTI/AAAAAAAAAI0/XJoxRIVECLc/s1600/iron-maiden.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="231" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-0rohyU_XBCk/TeKdWWbHmTI/AAAAAAAAAI0/XJoxRIVECLc/s320/iron-maiden.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Iron Maiden pertama kali dibentuk tahun 1976 oleh pemain bass Steve Harris, kemudian dengan segera bergabunglah Tony Parsons sebagai rhythm gitar, Doug Sampson sebagai drum dan Paul Di’Anno sebagai vocalis.  Sebelum akhirnya memperoleh rekaman, group ini bermain di area lokal sepanjang tahun 70-an, menerima penghargaan London Airplay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dennis Stratton menggantikan Tony Parsons dan band membuat debut rekor tahun 1980 dengan album berjudul Iron Maiden. Walaupun rekaman tersebut dirilis dengan tergesa-gesa, namun menjadi sebuah hit di UK yakni single “Running Free”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1981 Iron Maiden berkembang, album Killers menunjukkan kesulitan pendekatan terhadap musik mereka sebelumnya, dan juga terlihat pergantian Dennis Stratton dengan Adrian Smith. Dari ketidakkontrolan terhadap alkohol, Paul Di’Anno terpaksa tetap menjalani dengan group dan akan segera digantikan dengan Bruce Dickinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1982 dengan album The Number Of The Beast. Di album ini, seperti lagu “Hallowed be thy Name” menjadi salah satu lagu rekaman terbesar sepanjang masa. Semenjak mereka tidak menduga, sukses album The Number of the Beast menjadikan mereka sebagai Internasional Rock Superstar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengganti sedikit gaya mereka untuk album berikutnya, Piece of Mind. Mereka mengerjakan 2 tur besar sebelum rekaman album Powerslave, yang mana memuja beberapa hits-nya. Produksi Powerslave dengan tur 11 bulan pada tahun 1985 menghasilkan Live After Death, dobel album dengan keistimewaan semua single terbesar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan dirilisnya Live After Death, Iron Maiden telah menetapkan diri mereka sebagai band yang powerful dan unik. Tambahan album mereka tahun 1986, Somewhere in Time, menunjukkan sedikit kembalinya mereka dari pembebasan masa lalu, tempat dimana mereka terlihat dengan jelas menggunakan synthesizer gitar dan lagu-lagu yang relevan dengan tema yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkannya single “The Evil That Men Do” dan “The Clairvoyant” pada album Seventh Son Of A Seventh Son, dan segera album Iron Maiden menjadi yang paling dikritik sejak album The Number of the Beast. Setelah tur lain yang melelahkan, Smith meninggalkan dan band mengosongkan kegiatan selama 1 tahun. Dengan gitaris baru Janick Gers, band menjalani lagi dengan album No Prayer for the Dying pada tahun 1990, sebuah rekaman kembali menggunakan suara klasik group ketika rekaman lebih cepat dirilis. Salah satu single album ini “Bring Your Daughter…..to the Slaughter” diakui pada Golden Raspberry Award kategori lagu yang paling buruk tahun ini, namun itu memberikan posisi pertama pada band di hit UK. Pada tahun 1991 setelah tur usai, Bruce Dickinson menginginkan meninggalkan band dan bekerja pada promotor band lain yang dia temukan,The Skunkworks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fear of the Dark, adalah album terakhir bersama Bruce Dickinson, debutnya menjadi nomor 1 di chart UK dan menjadi salah satu penjualan album terbesar hingga kini. Setelah menjalankan tur mereka, 2 album dirilis pada tahun 1993: A Real Live One,  yang mana berisikan versi live dari lagu-lagu terbaru mereka dan A Real Dead One yang menonjolkan lagu-lagu hits klasik Iron Maiden secara live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pengganti Bruce Dickinson, Blaze Bayley, menandai debutnya tahun 1995 dengan album The X Factor. Rekaman tersebut gagal menempati chart dibandingkan beberapa album pendahulunya, tapi itu tetap menjadi kesuksesan kecil di Inggris. Iron Maiden menandai akhir tahun 1996 dengan album Best of the Beast, album kompilasi dobel. Tahun 1998, ada sedikit ketertarikan di album Virtual XI  yang membisikkan penghentian Blaze Bayley; Bruce Dickinson dan Adrian Smith kembali gabung dengan band untuk tur tahun 1999, dan sebuah album Brave New World muncul mengikuti. Band melakukan tur seluruhnya awal tahun 2000-an, mengeluarkan album live Rock in Rio dan koleksi hits terbesar Edward the Great pada tahun 2002, diikuti album studio baru Dance of Death tahun 2003. Mereka menggarap “Rainmaker” sebagai yang terbaik sejarah DVD Iron Maiden. The Early Days dan Raising Hell tahun 2004. Perusahaan rekaman Sanctuary Records mengeluarkan 2 album. The Essential Iron Maiden tahun 2005  bertepatan menjadi co-headlining di tur Ozzfest bersama Black Sabbath, tur yang kedapatan ketertarikan dalam sebuah seri konfrontasi dengan istri Ozzy, Sharon Osbourne. Mereka merilis CD/DVD live Death on the Road pada September 2005 dan mengoleksi material baru untuk A Matter of Life and Death, tahun 2006. Pada tahun 2009 band mengeluarkan soundtrack untuk film Flight 666, film dokumenter konser mereka yang direkam dalam 16 kota berbeda selama Iron Maiden mulai menjejakkan kaki mereka tahun 2008 dalam  tour “Somewhere Back in Time”. Pada tahun 2009 setelah band memainkan untuk lebih dari 2 juta penggemar di seluruh dunia dalam 91 konser dan penjualan tiket yang belum pernah terjadi sebelumnya, majalah Metal Magazine menyatakan bahwa Iron Maiden sebagai band metal TERBESAR dan PALING TERBESAR yang ada di planet ini. Band mencapai lebih dari 250 sertifikat rekaman seluruh dunia, yang mana menjadi pertimbangan yang utama secara keseluruhan bagi group heavy metal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://ironmaiden-indonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-453039755007866808?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/453039755007866808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/iron-maiden.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/453039755007866808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/453039755007866808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/iron-maiden.html' title='Iron maiden'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0rohyU_XBCk/TeKdWWbHmTI/AAAAAAAAAI0/XJoxRIVECLc/s72-c/iron-maiden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-3269891187686037619</id><published>2011-05-29T12:19:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T12:19:51.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metal'/><title type='text'>Metallica</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nB90N2obEqQ/TeKcNjyO5VI/AAAAAAAAAIs/P3GfMfS4Xgs/s1600/metallica_enlima.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-nB90N2obEqQ/TeKcNjyO5VI/AAAAAAAAAIs/P3GfMfS4Xgs/s320/metallica_enlima.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi pertama Metallica adalah Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi Grant digantikan oleh Dave Mustaine dan posisi Ron digantikan Cliff Burton. Formasi ini kemudian pada Juli 1982 mengeluarkan demo-album No Life Till Leather. Demo inilah yang kemudian mengantarkan Metallica mendapatkan agen dan kemudian hijrah ke New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1983, Metallica berencana akan melakukan tur pendek kebeberapa kota. Sayang Hetfield dan Mustaine malah terlibat perseteruan, hingga akhirnya Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth. Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett , gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill 'Em All pada bulan Mei 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1984, Metallica semakin besar dengan menerbitkan album Ride the Lightning. Album ini bertahan 50 minggu dalam Billboard Top 200. Demi memperlancar promosi mereka juga mengeluarkan mini album Jump In The Fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 1985, Metallica memproduksi album Master Of Puppets. Kembali Metallica masuk Billboard Top 40 selama 72 minggu. Album ini merupakan album yang meraih platinum tanpa single dan video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia - bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Peristiwa ini begitu memukul seluruh anggota band. Bahkan Dave Mustaine yang telah mendirikan Megadeth, mengenang kematian Cliff dalam lagu In My Darkest Hour (album Megadeth: So far.. So Good.. So What!). Oktober 1986, posisi Cliff Burton digantikan oleh Jason Newsted, basis dari grup Floatsam And Jetsam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ...And Justice For All beredar September 1988. Disinilah Metallica mulai mengeluarkan video klip. Video pertama mereka adalah untuk lagu One, video ini mencapai nomor 1 di MTV. Keberhasilan ini kemudian mendorong produksi video klip Cliff 'Em All sebuah video kenangan untuk Cliff Burton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 1990 album Metallica direkam. Album ini membuat Metallica mencapai penjualan quadruple platinum dan menjadi album nomor satu di delapan negara Amerika dan Eropa. Serta meraih penghargaan Grammy Award, kategori Penampil Metal Terbaik dua tahun berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis jason Newsted mengundurkan diri dari band setelah bersitegang dengan James Hetfield. Perseteruan ini disebabkan Jason Newsted lebih menghabiskan waktu dengan proyek-nya sendiri. Anggota band yang lain menganggap Metallica harus diutamakan, meskipun pada saat itu Metallica sedang vakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup ini pada saat ini beranggotakan Lars Ulrich (drums), James Hetfield (vokal dan gitar), Kirk Hammett (gitar) dan Robert Trujillo (bass). Mantan anggota lainnya termasuk Ron McGovney (bass), Dave Mustaine (gitar), Cliff Burton (bass) dan Jason Newsted (bass).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 Agustus 2008 Metallica akhirnya telah menyelesaikan proses rekaman album studio baru mereka yang ke sembilan "Death Magnetic" yang akan diluncurkan pada tanggal 12 September 2008 di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album tersebut diproduseri oleh "Rick Rubin" dan proses rekaman dilakukan di Sound City Studios, Shangri La Studios dan di studio Metallica sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single dan video klip pertama mereka "The Day That Never Comes" akan dirilis akhir bulan ini. Sebagai tambahan anda dapat mengunduh semua lagu dari album tersebut untuk digunakan dalam game "Guitar Hero III" pada hari saat peluncuran album "Death Magnetic" tersebut. dan datengnya gitaris baru kirk cristhopher john&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-3269891187686037619?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/3269891187686037619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/metallica.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/3269891187686037619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/3269891187686037619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/metallica.html' title='Metallica'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nB90N2obEqQ/TeKcNjyO5VI/AAAAAAAAAIs/P3GfMfS4Xgs/s72-c/metallica_enlima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-2239860068178261902</id><published>2011-05-29T12:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T12:07:09.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reggae'/><title type='text'>Bob Marley</title><content type='html'>Saya mohon maaf karena postingan kali ini berbahasa inggris, tetapi tidak perlu kawatir, karena anda bisa menggunakan transtlator yang telah di sediakan ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z8D64IbQ1p0/TeKXuv9CnrI/AAAAAAAAAIk/i2LIeU8Zzm0/s1600/bob_marley-208123.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="211" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z8D64IbQ1p0/TeKXuv9CnrI/AAAAAAAAAIk/i2LIeU8Zzm0/s320/bob_marley-208123.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley was a hero figure, in the classic mythological sense. His departure from this planet came at a point when his vision of One World, One Love -- inspired by his belief in Rastafari -- was beginning to be heard and felt. The last Bob Marley and the Wailers tour in 1980 attracted the largest audiences at that time for any musical act in Europe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob's story is that of an archetype, which is why it continues to have such a powerful and ever-growing resonance: it embodies political repression, metaphysical and artistic insights, gangland warfare and various periods of mystical wilderness. And his audience continues to widen: to westerners Bob's apocalyptic truths prove inspirational and life-changing; in the Third World his impact goes much further.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Not just among Jamaicans, but also the Hopi Indians of New Mexico and the Maoris of New Zealand, in Indonesia and India, and especially in those parts of West Africa from wihch slaves were plucked and taken to the New World, Bob is seen as a redeemer figure returning to lead this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the clear Jamaican sunlight you can pick out the component parts of which the myth of Bob Marley is comprised: the sadness, the love, the understanding, the Godgiven talent. Those are facts. And although it is sometimes said that there are no facts in Jamaica, there is one more thing of which we can be certain: Bob Marley never wrote a bad song. He left behind the most remarkable body of recorded work. "The reservoir of music he has left behind is like an encyclopedia," says Judy Mowatt of the I-Threes. "When you need to refer to a certain situation or crisis, there will always be a Bob Marley song that will relate to it. Bob was a musical prophet."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tiny Third World country of Jamaica has produced an artist who has transcended all categories, classes, and creeds through a combination of innate modesty and profound wisdom. Bob Marley, the Natural Mystic, may yet prove to be the most significant musical artist of the twentieth century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley gave the world brilliant and evocative music; his work stretched across nearly two decades and yet still remains timeless and universal. Bob Marley &amp; the Wailers worked their way into the very fabric of our lives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He's taken his place alongside James Brown and Sly Stone as a pervasive influence on R &amp; B", says the American critic Timothy White, author of the acclaimed Bob Marley biography CATCH A FIRE: THE LIFE OF BOB MARLEY. "His music was pure rock, in the sense that it was a public expression of a private truth."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is important to consider the roots of this legend: the first superstar from the Third World, Bob Marley was one of the most charismatic and challenging performers of our time and his music could have been created from only one source: the street culture of Jamaica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The days of slavery are a recent folk memory on the island. They have permeated the very essence of Jamaica's culture, from the plantation of the mid-nineteenth century to the popular music of our own times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although slavery was abolished in 1834, the Africans and their descendants developed their own culture with half-remembered African traditions mingled with the customs of the British.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This hybrid culture, of course, had parallels with the emerging black society in America. Jamaica, however, remained a rural community which, without the industrialisation of its northern neighbour, was more closely rooted to its African legacy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the start of the twentieth century that African heritage was given political expression by Marcus Garvey, a shrewd Jamaican preacher and entrepreneur who founded the Universal Negro Improvement Association (UNIA). The organisation advocated the creation of a new black state in Africa, free from white domination. As the first step in this dream, Garvey founded the Black Star Line, a steamship company which, in popular imagination at least, was to take the black population from America and the Caribbean back to their homeland of Africa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few years later, in 1930, Ras Tafari Makonnen was crowned Emperor of Ethiopia and took a new name, Haile Selassie, The Emperor claimed to be the 225th ruler in a line that stretched back to Menelik, the son of Solomon and Sheba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Marcus Garvey followers in Jamaica, consulting their New Testaments for a sign, believed Haile Selassie was the black king whom Garvey had prophesied would deliver the Negro race. It was the start of a new religion called Rastafari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fifteen years later, in Rhoden Hall to the north of Jamaica, Bob Marley was born. His mother was an eighteen-year-old black girl called Cedella Booker while his father was Captain Norval Marley, a 50-year-old white quartermaster attached to the British West Indian Regiment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The couple married in 1944 and Robert Nesta Marley was born on February 6, 1945. Norval Marley's family, however, applied constant pressure and, although he provided financial support, the Captain seldom saw his son who grew up in the rural surroundings of St. Ann to the north of the island.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For country people in Jamaica, the capital Kingston was the city of their dreams, the land of opportunity. The reality was that Kingston had little work to offer, yet through the Fifties and Sixties, people flooded to the city. The newcomers, despite their rapid disillusion with the capital, seldom returned to the rural parishes. Instead, they squatted in the shanty towns that grew up in western Kingston, the most notorious of which was Trench town (so named because it was built over a ditch that drained the sewage of old Kingston.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley, barely into his teens, moved to Kingston in the late Fifties. Like many before them, Marley and his mother eventually settled in Trenchtown. His friends were other street youths, also impatient with their place in Jamaican society. One friend in particular was Neville O'Riley Livingston, known as Bunny, with whom Bob took his first hesitant musical steps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The two youths were fascinated by the extraordinary music they could pick up from American radio stations. In particular there was one New Orleans station broadcasting the latest tunes by such artists as Ray Charles, Fats Domino, Curtis Mayfield and Brook Benton. Bob and Bunny also paid close attention to the black vocal groups, such as the Drifters, who were extremely popular in Jamaica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Bob quit school he seemed to have but one ambition: music. Although he took a job in a welding shop, Bob spent all his free time with Bunny, perfecting their vocal abilities. They were helped by one of Trench Town's famous residents, the singer Joe Higgs who held informal lessons for aspiring vocalists in the tenement yards. It was at one of those sessions that Bob and Bunny met Peter McIntosh, another youth with big musical ambitions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1962 Bob Marley auditioned for a local music entrepreneur called Leslie Kong. Impressed by the quality of Bob's vocals, Kong took the young singer into the studio to cut some tracks, the first of which, called "Judge Not", was released on Beverley's label. It was Marley's first record. The other tunes -- including "Terror" and "One Cup of Coffee" -- received no airplay and attracted little attention. At the very least, however, they confirmed Marley's ambition to be a singer. By the following year Bob had decided the way forward was with a group. He linked up with Bunny and Peter to form The Wailing Wailers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The new group had a mentor, a Rastafarian hand drummer called Alvin Patterson, who introduced the youths to Clement Dodd, a record producer in Kingston. In the summer of 1963 Dodd auditioned The Wailing Wailers and, pleased with the results, agreed to record the group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was the time of ska music, the hot new dance floor music with a pronounced back-beat. Its origins incorporated influences from Jamaica's African traditions but, more immediately, from the heady beats of New Orleans' rhythm &amp; blues disseminated from American radio stations and the burgeoning sound systems on the streets of Kingston. Clement - Sir Coxsone - Dodd was one of the city's finest sound system men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wailing Wailers released their first single, "Simmer Down", on the Coxsone label during the last weeks of 1963. By the following January it was number one in the Jamaican charts, a position it held for the next two months. The group -- Bob, Bunny and Peter together with Junior Braithwaite and two back-up singers, Beverly Kelso and Cherry Smith -- were big news.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Simmer Down" caused a sensation in Jamaica and The Wailing Wailers began recording regularly for Coxsone Dodd's Studio One Company. The groups' music also found new themes, identifying with the Rude Boy street rebels in the Kingston slums. Jamaican music had found a tough, urban stance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the next few years The Wailing Wailers put out some thirty sides that properly established the group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despite their popularity, the economics of keeping the group together proved too much and the three other members -- Junior Braithwaite, Beverly Kelso and Cherry Smith -- quit. Bob's mother, Cedella, had remarried and moved to Delaware in the United States where she had saved sufficient money to send her son an air ticket. The intention was for Bob to start a new life. But before he moved to America, Bob met a young girl called Rita Anderson and, on February 10, 1966, they were married.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marley's stay in America was short-lived. He worked just enough to finance his real ambition: music. In October 1966 Bob Marley, after eight months in America, returned to Jamaica. It was a formative period in his life. The Emperor Haile Selassie had made a state visit to Jamaica in April that year. By the time Bob re-settled in Kingston the Rastafarian movement had gained new credence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marley was increasingly drawn towards Rastafari. In 1967 Bob's music reflected his new beliefs. Gone were the Rude Boy anthems; in their place was a growing commitment to spiritual and social issues, the cornerstone of his real legacy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marley joined up with Bunny and Peter to re-form the group, now known as The Wailers. Rita, too, had started a singing career, having a big hit with "Pied Piper", a cover of an English pop song. Jamaican music, however, was changing. The bouncy ska beat had been replaced by a slower, more sensual rhythm called rock steady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wailers new commitment to Rastafarianism brought them into conflict with Coxsone Dodd and, determined to control their own destiny, the group formed their own record label, Wail 'N' Soul. Despite a few early successes, however, the Wailers' business naivete proved too much and the label folded in late 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The group survived, however, initially as songwriters for a company associated with the American singer Johnny Nash who, the following decade, was to have an international smash with Marley's "Stir It Up". The Wailers also met up with Lee Perry, whose production genius had transformed recording studio techniques into an art form.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Perry/Wailers combination resulted in some of the finest music the band ever made. Such tracks as "Soul Rebel", "Duppy Conqueror", "400 Years" and "Small Axe" were not only classics, but they defined the future direction of reggae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1970 Aston 'Family Man' Barrett and his brother Carlton (bass and drums respectively) joined the Wailers. They had been the rhythm nucleus of Perry's studio band, working with the Wailers on those ground-breaking sessions. They were also unchallenged as Jamaica's hardest rhythm section, a status that was to remain undiminished during the following decade. The band's reputation was, at the start of the Seventies, an extraordinary one throughout the Caribbean. But internationally the Wailers were still unknown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the summer of 1971 Bob accepted an invitation from Johnny Nash to accompany him to Sweden where the American singer had taken a filmscore commission. While in Europe Bob secured a recording contract with CBS which was also, of course, Nash's company. By the spring of 1972 the entire Wailers were in London, ostensibly promoting their CBS single "Reggae on Broadway". Instead they found themselves stranded in Britain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a last throw of the dice Bob Marley walked into the Basing Street Studios of Island Records and asked to see its founder Chris Blackwell. The company, of course, had been one of the prime movers behind the rise of Jamaican music in Britain; indeed Blackwell had launched Island in Jamaica during the late fifties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By 1962, however, Blackwell had realised that, by re-locating Island to London, he could represent all his Jamaican rivals in Britain. The company was re-born in May, 1962, selling initially to Britain's Jamaican population centered mostly in London and Birmingham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The hot ska rhythm, however, quickly became established as a burgeoning dance floor beat with the then growing Mod culture and, in 1964, Blackwell produced a worldwide smash with 'My Boy Lollipop', a pop/ska tune by the young Jamaican singer Millie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through the Sixties Island had grown to become a major source of Jamaican music, from ska and rock steady to reggae. The company had also embraced white rock music, with such bands and artists as Traffic, Jethro Tull, King Crimson, Cat Stevens, Free and Fairport Convention so, when Bob Marley made his first moves with Island in 1971, he was connecting with the hottest independent in the world at that time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blackwell knew of Marley's Jamaican reputation. The group was offered a deal unique in Jamaican terms. The Wailers were advanced £4000 to make an album and, for the first time, a reggae band had access to the best recording facilities and were treated in much the same way as, say, their rock group contemporaries. Before this deal, it was considered that reggae sold only on singles and cheap compilation albums. The Wailers' first album "Catch A Fire" broke all the rules: it was beautifully packaged and heavily promoted. It was the start of a long climb to international fame and recognition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Years later the acclaimed reggae dub poet Linton Kwesi Johnson, commenting on "Catch A Fire", wrote: "A whole new style of Jamaican music has come into being. It has a different character, a different sound. . . what I can only describe as International Reggae. It incorporates elements from popular music internationally: rock and soul, blues and funk. These elements facilitated a breakthrough on the international market."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although "Catch A Fire" was not an immediate hit, it made a considerable impact on the media. Marley's hard dance rhythms, allied to his militant lyrical stance, came in complete contrast to the excesses of mainstream rock. Island also decided The Wailers should tour both Britain and America; again a complete novelty for a reggae band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marley and the band came to London in April 1973, embarking on a club tour which hardened The Wailers as a live group. After three months, however, the band returned to Jamaica and Bunny, disenchanted by life on the road, refused to play the American tour. His place was taken by Joe Higgs, The Wailers' original singing teacher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The American tour drew packed houses and even included a weekend engagement playing support to the young Bruce Springsteen. Such was the demand that an autumn tour was also arranged with seventeen dates as support to Sly &amp; The Family Stone, then the number one band in black American music.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Four shows into the tour, however, The Wailers were taken off the bill. It seems they had been too good; support bands should not detract from the main attraction. The Wailers nevertheless made their way to San Francisco where they broadcast a live concert for the pioneering rock radio station, KSAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The bulk of that session was finally made available in February 1991, when Island released the commemorative album, "Talkin' Blues".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1973 The Wailers also released their second Island album, "Burnin'", an LP that included new versions of some of the band's older songs: "Duppy Conqueror", for instance, "Small Axe" and "Put It On" -- together with such tracks as "Get Up Stand Up" and "I Shot The Sheriff". The latter, of course, was a massive worldwide hit for Eric Clapton the following year, even reaching number one in the U.S. singles' chart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1974 Marley spent much time of his time in the studio working on the sessions that eventually provided "Natty Dread", an album that included such fiercely committed songs as "Talkin' Blues", "No Woman No Cry", "So Jah Seh", "Revolution", "Them Belly Full (But We Hungry)" and "Rebel Music (3 o'clock Roadblock)". By the start of the next year, however, Bunny and Peter had quit the group; they were later to embark on solo careers (as Bunny Wailer and Peter Tosh) while the band was re-named Bob Marley &amp; The Wailers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Natty Dread" was released in February 1975 and, by the summer, the band was on the road again. Bunny and Peter's missing harmonies were replaced by the I-Threes, the female trio comprising Bob's wife Rita together with Marcia Griffiths and Judy Mowatt. Among the concerts were two shows at the Lyceum Ballroom in London which, even now, are remembered as highlights of the decade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The shows were recorded and the subsequent live album, together with the single "No Woman No Cry", both made the charts. Bob Marley &amp; The Wailers were taking reggae into the mainstream. By November, when The Wailers returned to Jamaica to play a benefit concert with Stevie Wonder, they were obviously the country's greatest superstars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rastaman Vibration", the follow-up album in 1976, cracked the American charts. It was, for many, the clearest exposition yet of Marley's music and beliefs, including such tracks as "Crazy Baldhead", "Johnny Was", "Who the Cap Fit" and, perhaps most significantly of all, "War", the lyrics of which were taken from a speech by Emperor Haile Selassie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its international success cemented Marley's growing political importance&lt;br /&gt;in Jamaica, where his firm Rastafarian stance had found a strong resonance with the ghetto youth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By way of thanking the people of Jamaica, Marley decided on a free concert, to be held at Kingston's National Heroes Park on December 5, 1976. The idea was to emphasise the need for peace in the slums of the city, where warring factions had brought turmoil and murder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just after the concert was announced, the government called an election for December 20. The campaign was a signal for renewed ghetto war and, on the eve of the concert, gunmen broke into Marley's house and shot him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the confusion the would-be assassins only wounded Marley, who was hastily taken to a safe haven in the hills surrounding Kingston. For a day he deliberated playing the concert and then, on December 5, he came on stage and played a brief set in defiance of the gunmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was to be Marley's last appearance in Jamaica for nearly eighteen months. Immediately after the show he left the country and, during early 1977, lived in London where he recorded his next album, Exodus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Released in the summer of that year, Exodus properly established the band's international status. The album remained on the UK charts for 56 straight weeks, and its three singles - "Exodus", "Waiting in Vain" and "Jammin" - were all massive sellers. The band also played a week of concerts at London's Rainbow Theatre; their last dates in the city during the seventies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1978 the band capitalised on their chart success with "Kaya", an album which hit number four in the UK the week after release. That album saw Marley in a different mood; a collection of love songs and, of course, homages to the power of ganja. The album also provided two chart singles, "Satisfy My Soul" and the beautiful "Is This Love".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There were three more events in 1978, all of which were of extraordinary significance to Marley. In April, he returned to Jamaica to play the One Love Peace Concert in front of the Prime Minister Michael Manley and the Leader of the Opposition Edward Seaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was then invited to the United Nations in New York to receive the organisation's Medal of Peace. At the end of the year Bob also visited Africa for the first time, going initially to Kenya and then on to Ethiopia, spiritual home of Rastafari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The band had earlier toured Europe and America, a series of shows that provided a second live album, "Babylon By Bus". The Wailers also broke new ground by playing in Australia, Japan and New Zealand: truly international style reggae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Survival", Bob Marley's ninth album for Island Records, was released in the summer of 1979. It included "Zimbabwe", a stirring anthem for the soon-to-be liberated Rhodesia, together with "So Much Trouble In The World", "Ambush In The Night" and "Africa Unite"; as the sleeve design, comprising the flags of the independent nations, indicated, "Survival" was an album of pan-African solidarity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the start of the following year -- a new decade -- Bob Marley &amp; The Wailers flew to Gabon where they were to make their African debut. It was not an auspicious occasion, however, when the band discovered they were playing in front of the country's young elite. The group, nevertheless, was to make a quick return to Africa, this time at the official invitation to the government of liberated Zimbabwe to play at the country's Independence Ceremony in April, 1980. It was the greatest honour ever afforded the band, and one which underlined the Wailer's importance in the Third World.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The band's next album, "Uprising", was released in May 1980. It was an instant hit, with the single, "Could You Be Loved" a massive worldwide seller. Uprising also featured "Coming In From the Cold", "Work" and the extraordinary closing track, "Redemption Song".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wailers embarked on a major European tour, breaking festival records throughout the continent. The schedule included a 100,000-capacity crowd in Milan, the biggest show in the band's history. Bob Marley &amp; The Wailers, quite simply, were the most important band on the road that year and the new Uprising album hit every chart in Europe. It was a period of maximum optimism and plans were being made for an American tour, in company with Stevie Wonder, that winter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the end of the European tour Marley and the band went to America. Bob played two shows at Madison Square Garden but, immediately afterwards, was taken seriously ill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three years earlier, in London, Bob hurt a toe while playing football. The wound had become cancerous and was belatedly treated in Miami, yet it continued to fester. By 1980 the cancer, in its most virulent form, had begun to spread through Marley's body.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He fought the disease for eight months, taking treatment at the clinic of Dr. Joseph Issels in Bavaria. Issels' treatment was controversial and non-toxic and, for a time anyway, Bob's condition seemed to stabilise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eventually, however, the battle proved too much. At the start of May, Bob Marley left Germany for his Jamaican home, a journey he did not complete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He died in a Miami hospital on Monday May 11, 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The previous month, Marley had been awarded Jamaica's Order Of Merit, the nation's third highest honour, in recognition of his outstanding contribution to the country's culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Thursday May 21, 1981, the Hon. Robert Nesta Marley O.M. was given an official funeral by the people of Jamaica. Following the service - attended by both the Prime Minister and the Leader of the Opposition - Marley's body was taken to his birthplace at Nine Mile, on the north of the island, where it now rests in a mausoleum. Bob Marley was 36-years-old. His legend, however, has conquered the years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.bobmarley.com/life_and_legacy.php (ini adalah situs resmi bob marley)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-2239860068178261902?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/2239860068178261902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/bob-marley.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/2239860068178261902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/2239860068178261902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/bob-marley.html' title='Bob Marley'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Z8D64IbQ1p0/TeKXuv9CnrI/AAAAAAAAAIk/i2LIeU8Zzm0/s72-c/bob_marley-208123.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-6904784501525461382</id><published>2011-05-29T11:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T11:37:20.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pop'/><title type='text'>Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5ckM6edYFq8/TeKSSq2XYEI/AAAAAAAAAIc/9uY2Py-NBhM/s1600/iwan-fals.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-5ckM6edYFq8/TeKSSq2XYEI/AAAAAAAAAIc/9uY2Py-NBhM/s320/iwan-fals.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga&lt;br /&gt;Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-6904784501525461382?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/6904784501525461382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/iwan-fals.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/6904784501525461382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/6904784501525461382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/iwan-fals.html' title='Iwan Fals'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5ckM6edYFq8/TeKSSq2XYEI/AAAAAAAAAIc/9uY2Py-NBhM/s72-c/iwan-fals.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-7087878035962674720</id><published>2011-05-29T11:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T11:32:36.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punk'/><title type='text'>Marjinal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tMoosB_rV1A/TeKRO-yd7EI/AAAAAAAAAIU/e9UbfE-jAYo/s1600/taring%2B1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-tMoosB_rV1A/TeKRO-yd7EI/AAAAAAAAAIU/e9UbfE-jAYo/s320/taring%2B1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sangat membosankan, tolong ceritakan awal berdirinya band kalian, MARJINAL dan siapa saja tukang protes didalamnya………. Awal kami membentuk band itu pada tahun 1997, dengan bersandang nama ANTI ABRI, dimana secara kebetulan kami anti kekerasan, dan ABRI salah satu kuat membudayakan kekerasan. Kami sering bermain pada event-event bebas. Disaat-saat selalu bersama-sama (dadakan), lantas kami buat ANTI-MILITARY, karena ABRI sudah diganti. Yang album pertama pada tahun 1999, album kedua pada tahun 2000 dengan personil yang selalu berganti-ganti dan kami suka itu. Dan yang terdata, ROMY JAHAT (biduan), CHE MONKEY (ritem), BOB Oi! (bas), STEVE (dram), MIKE (melodi), ACAY LEE (dram), EKAL (vokal), SISI (vokal), ABLEH (ritem), ASEP (vokal) dan ARIEF (dram)…..yang sekarang…..lalu, kami keluarkan MARJINAL. Semua tukang protes.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu nama band kalian adalah ANTI-MILITARY, mengapa kalian merubah nama band kalian menjadi MARJINAL, tolong ceritakan latar belakang kalian merubah nama band kalian………. Kebutuhan kami membuat nama MARJINAL dikarenakan masih memiliki hubungan dengan Anti ABRI dan Anti Military….. dan perlu digaris bawahi kami tidak mengganti nama tapi kami membuat dan menggunakan nama MARJINAL sebagai proses titik balik untuk menjawab persoalan-persoalan obyektif. Agar, minimal diketahui oleh khalayak banyak seperti istilah Anti ABRI, Anti Military. Kenapa harus anti dan istilah MARJINAL, siapa itu ‘Marjinal’, bagaimana terjadinya marjinalisasi dan lain-lain. Demikian kawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lirik kalian sebelumnya (Anti-Military), banyak sekali konsep pemikiran budaya perlawanan khususnya Anarkis serta variannya. Tolong ceritakan cara pandang kalian tentang konsep pemikiran tersebut………. Kami lebih memfungsikanAnarkisme dan variannya adalah sebatas referensi, bukannya mengadopsi mentah. Kami lebih mengupayakan melihat, merasa, mendengar dan meraba situasi serta kondisi yang mempengaruhi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bermusik, tentu kalian lebih mengutamakan lirik. Sejauh mana pandangan kalian tentang konsep lirik tersebut dan bagaimana juga cara kalian dalam merealisasikannya dalam masyarakat………. Sejauh mataku memotret kejadian, sejauh aku mengepakkan sayap dan merambat. Dan sejauh roda gerigi otak-otakku bekerja. Dengan banyak cara dan kami percaya dan yakini ada 1001 macam aksi yang dapat kami lakukan. Adalah sebuah kontradiksi, untuk membantu menciptakan sebuah pemikiran yang notabene masyarakat kita selalu diorientasikan dalam pemikiran yang seragam dan searah. Masyarakat yang berdiri diatas nilai-nilai kemanusiaan, tolong-menolong, si kaya bantu si miskin, kuat bantu lemah, saling menghormati dan menghargai. Kami tidak bisa mendeteksi hal itu, terserah! …..Yakin, karena manusia itu adalah berfikir secara rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marjinal bermarkas di Gang Setiabudi, Setu Babakan, Jakarta Selatan, dari hari ke hari kian banyak saja anak muda yang datang dan terlibat dalam program workshop. Selain membuka workshop cukil kayu dan musik, Marjinal mengusahakan distro sederhana. Sebuah lemari etalase diletakkan di beranda, menyimpan pelbagai produk Taringbabi; dari kaos, kaset, pin, stiker, emblem, zine sampai buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Di dinding didisplay puluhan desain kaos, di ruang tamu yang selalu riuh itu. Di tengah-tengah kotak display, ada gambar tengkorak yang berbarik sebagai ikon Taringbabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para punker biasanya datang secara berkelompok. Biasanya mereka duduk-duduk di beranda depan, melepas penat, setelah seharian berada di jalanan, sambil asyik ngobrol dan bermain musik. Dengan ukulele (kentrung), gitar dan jimbe mereka menyanyikan lagu-lagu Marjinal. Bob dan Mike pun ikut nimbrung bernyanyi bersama. Mike memberitahu accord atau nada sebuah lagu, dan menjelaskan makna dari lirik lagu itu. Proses belajar dan mengajar, secara tidak langsung terjadi di komunitas, dengan rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar anak-anak itu memilih hidup di jalanan, sebagai pengamen. Ada yang masih sekolah, banyak juga yang putus sekolah. Mereka mengamen untuk membantu ekonomi orangtua. Sebagian besar mereka berlatar belakang dari keluarga miskin kota, yang tinggal di kampung-kampung padat penduduk; Kali Pasir, Mampang, Kota, Matraman, Kampung Melayu, Cakung, Cengkareng, Cipinang dan lain sebagainya. Bahkan ada yang datang dari kota-kota seperti Medan, Batam, Serang, Bandung, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Manado, dll. “Dengan mengamen mereka bisa bertahan hidup, dengan mengamen mereka bisa membiayai sekolah dan membantu belanja sembako untuk ibu mereka.,” kata Mike, aktifis Marjinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekilas memandang penampilan mereka, boleh dibilang sebagai punk: ada yang berambut mohawk, jaket penuh spike, kaos hitam bergambar band-band punk dengan pelbagai slogan anti kemapanan. Kaki mereka dibalut celana pipa ketat dan mengenakan sepatu boot, ada juga yang hanya bersandal jepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak jalanan itu, Marjinal bagaikan oase, mata air yang menyegarkan kehidupan dan hidup mereka, di tengah cuaca kebudayaan Indonesia yang masih memarjinalkan anak-anak miskin kota, seperti yang didedahkan lirik lagu Banyak Dari Teman-temanku berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari teman-temanku / Lahir dari keluarga miskin / Di mana engkau enggan melihatnya, disana tak sederhana / Tak ada lagi banyak pilihan / / Diantara bising kereta / Dan sudut-sudut kumuhnya pasar / Di bawah terik matahari, disana tak sederhana / Tersangkut tajamnya pagar berduri / / Pelajar yang putus sekolah / Perempuan dan pekerja kasar / Dibawah beban yang dipikulnya, mereka tak sederhana / Terjebak pilihan yang berbahaya / / Tidur beralas tikar, dingin beratap mimpi / Tapi semuanya sirna oleh kenyataan / Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala / Disunat dipotong-potong dicincang-cincang / / Banyak dari teman-temanku yang hidup dijalan sana / Dimana kau tak merindukannya mereka kian tersiksa / Tergusur gagahnya gedung yang somse (sombong sekali ah!) / / Di balik tirai yang suram dan dipinggir keangkuhan / Bergelut dengan kegelapan tersungkur di kaki besi / Tertembus panasnya timah kebencian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka memahami apa itu punk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mike: Terus terang gua ngasih acungan jempol buat teman-teman yang hidup di jalan… Mereka punya kebanggaan, berpenampilan ngepunk, mereka tetap bertahan walau orang-orang sekitar yang melihat menilainya macam-macam. Bagi gua itu sebuah bentuk perlawanan juga. Melawan pikiran-pikiran orang yang sudah dimapankan — yang menganggap negatif karena melihat penampilan orang lain yang beda, menyimpang, diluar kelaziman. Tapi yang lebih penting adalah nilai-nilai punk dalam prakteknya berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bisa survive, menjalin kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan tetap mengunggulkan rasa dan kebebasan. Hidup di jalanan kan penuh tantangan. Apalagi sesusia mereka, ada yang masih anak-anak, yang orang bilang diluar kewajaran — ketika anak-anak yang lain kan sekolah, pulang ke rumah, bermain, latihan ini dan itu, les piano … Mereka hidup di jalanan mencari uang untuk membantu orangtua. Kadang dikejar dan digaruk trantib. Digertak atau diperas orang yang sok jagoan, macho… Tapi dalam posisi bertahan hidup di jalan, mereka mandiri, sehat, gembira, dan punya rasa humor. Buat gue itu penting, manusiawi banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di sisi lain Mike prihatin ketika melihat para punker yang hidup di jalan, hanya menjadikan jalanan sebagai tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. Mereka mencari uang dengan mengamen tapi hasil jerih payahnya itu hanya untuk membeli obat-obatan (drugs) dan minuman beralkohol. Mereka masih berusia belasan tahun, tiba-tiba memutuskan berhenti sekolah dan lari dari rumah, karena terpengaruh teman-teman nongkrong . Mereka menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro (tablet obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk). Banyak dari mereka adalah perempuan berusia dini, dan menjadi korban pelecehan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, punk sebatas tempat pelarian. Lari dari kesumpekan rumah. Lari dari tekanan hidup. Lari dari tanggungjawab. Lari dari kenyataan! Di kepala mereka, dengan berpenampilan diri seperti punker, mereka bisa bebas dari segala bentuk tekanan hidup, bebas semau-gue, bebas nenggak minuman atau menelan puluhan tablet dextro, bebas mengekspresikan diri sebebas-bebasnya walau masyarakat di sekitarnya terganggu, seperti yang terjadi berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang yang gerah, empat anak-muda (belasan tahun) berjalan oleng di depan squat Marjinal. Mereka sudah beberapa kali mondar-mandir, dan seorang diantaranya berwajah pucat, matanya terpejam, dalam keadaan mabuk berat, sehingga menjadi tontonan warga. Ketika ditanya tujuannya hendak ke mana, mereka cuma menggeleng-gelengkan kepala sambil meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kampung Setiabudi (berusia belasan tahun) pun mengarak mereka ke pinggir kali. Segala atribut punk yang melekat di tubuh mereka dilemparkan ke kali, sambil diteriaki,”Pecundang! Pecundang! Pecundang!” Setelah itu, mengusir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian serupa, akhir-akhir ini banyak terjadi di beberapa tempat di Jakarta. Bahkan ada aksi kriminal, seperti kasus perkosaan yang terjadi di terowongan Casablanca yang dilakukan segerombolan orang yang beratribut punk, yang diceritakan Kodok (personil Bombardir). “Begitu mendengar kejadian itu, gue bareng warga menyisir beberapa tempat yang biasanya jadi tempat nongkrong mereka,” ujar Kodok dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Squat Marjinal juga sering kedatangan para orangtua yang mencari keberadaan putrinya — (seperti Nia dari Citayam). Belum lagi pertanyaan-pertanyaan para ibu tentang putra-putri mereka yang berperilaku “aneh” di mata mereka. “Rambut diwarnai merah, sering diluar rumah, dan malas sekolah, maunya pergi jauh ke Jawa padahal gak megang duit” kata seorang ibu dari Pondok Kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat tulisan ini dibuat, masyarakat awam masih memandang Punk sebagai sebuah organisasi yang terpusat. Sehingga wajar saja apabila para orangtua menanyakan segala sesuatu menyangkut putra-putrinya ke squat Marjinal. Pada kenyataannya, punk adalah satuan-satuan kecil komunitas yang menyebar. Di luar itu, adalah massa cair seperti yang dipresentasikan para gerombolan yang beratribut punk di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan gerombolan yang beratribut punk di jalanan yang ngamen untuk mabuk, punk jalanan yang beken juga di sono disebut street punk adalah sebuah gerakan budaya tanding ( counter cilture) yang melawan kemapanan budaya dominan yang dibentuk oleh sistem kekuasaan. Street punk muncul di Inggris pada tahun 1980-an, pada masa rezim Perdana Menteri Margareth Thatcher, dari Partai Konservatif, yang kebijakan ekonominya sangat liberal, memberi peluang kapitalis mengembangkan pasar modal (ekonomi uang) tetapi di sisi lain mengabaikan kelas pekerja, sehingga pengangguran pun merajalela. Ketika pabrik-pabrik menutup lowongan pekerjaan, bahkan memecat banyak karyawannya dengan alasan efesiensi, masyarakat kelas pekerja menggunakan jalanan sebagai tempat mencari nafkah, membuat jejaring-kerja, serta aksi protes yang diselingi karnaval dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sub-kultur Punk terinspirasi oleh karya-karya seni perlawanan. Antara lain, dari novel karya Charles Dickens, yang sebagian besar menceritakan nasib anak-anak (dari panti asuhan) yang dipaksa bekerja sebagai pembersih cerobong asap di pabrik-pabrik yang menggunakan teknologi mesin uap untuk menggenjot produksi pada era Revolusi Industri. Anak-anak itu merasa tersiksa bekerja sehari-semalam, tanpa makanan yang cukup, di tempat-tempat yang kumuh tidakk segala bentuk eksploitasi! Mereka lari dari panti-asuhan! Lalu memutuskan hidup secara kolektif. Mereka menggunakan jalanan di London sebagai sumber mencari nafkah dan ilmu-pengetahuan. Dan terbebas dari eksploitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang punk, jalanan adalah kehidupan. Di jalanan mereka bertemu dengan orang-orang, di jalanan mereka saling berbagi pengetahuan, di jalanan mereka berdagang, di jalanan mereka menyuarakan kebenaran melalui nyanyian. Pada 1980-an, terjadi bentrokan hebat antara punker dan hippies, karena perbedaan persepsi tentang kehidupan di jalanan. Bagi hippies, jalanan adalah ruang publik sebagai tempat mereka mengekspresikan kemuakan akan kehidupan yang diwarnai perang dan ancaman nuklir. Di jalanan mereka berdemonstrasi membagi-bagikan bunga, seks bebas (war no, sex yess) dan menenggak obat-obatan (drugs) –mereka ingin lari (escape) dari kehidupan ini. Kebalikannya, punk melihat kehidupan ini sebagai projeksi, tergantung si individu itu untuk melakukan perubahan. Perubahan itu dimulai dari yang tidak ada, doing more with less, menjadi sesuatu yang ada dan berarti. Punk tak pernah lari dan sembunyi ketika dihadapkan pada problematika kehidupan. Hadapi! Tuntaskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena gerombolan yang beratribut punk yang nongkrong, mabuk dan mondar-mandiri di Jakarta akhir-akhir ini, tidak perlu dipertanyakan lagi… Mereka bukan punk! Mereka hanya beratribut punk tetapi jalan hidupnya adalah hippies! Hanya hippies yang lari dari kehidupan, dengan nenggak minuman dan obat-obatan (drugs), mereka lari dari kebebasan (escape from freedom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks for book "Marjinal: Punk – Blaut!" &amp; google&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-7087878035962674720?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/7087878035962674720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/marjinal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/7087878035962674720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/7087878035962674720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/marjinal.html' title='Marjinal'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tMoosB_rV1A/TeKRO-yd7EI/AAAAAAAAAIU/e9UbfE-jAYo/s72-c/taring%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-2297206349909196990</id><published>2011-05-29T11:20:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T11:20:12.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rock'/><title type='text'>Paramore</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dRbbKeHleKE/TeKOStMuTHI/AAAAAAAAAIM/Z_vPXj0y3fc/s1600/paramore.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="241" src="http://1.bp.blogspot.com/-dRbbKeHleKE/TeKOStMuTHI/AAAAAAAAAIM/Z_vPXj0y3fc/s320/paramore.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 13 tahun, Williams(vokalis) pindah dari kota kelahirannya Meridian, Mississippi ke Tennessee, di mana ia bertemu 2 bersaudara, Josh dan Zac Farro. Sebelum membentuk Paramore, Williams dan bassist Jeremy Davis ambil bagian dalam band beraliran punk bernama Factory. Sedangkan Farro bersaudara telah sering berlatih band bersama stelah lulus sekolah. Para anggota Paramore sebelum membentuk band ini merasa gelisah karena adany Williams, ditakutkan band ini menjadi berimage cewek, namun karena mereka berteman baik, pikiran itu pun hilang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Band ini resmi dibentuk oleh Josh Farro (lead guitar / vokal latar), Zac Farro (drum), Jeremy Davis (bas gitar) dan Hayley Williams (lead vocals) pada tahun 2004, dengan penambahan adanya penambahan dengan masuknya tetangga Williams, Jason Bynum (rhythm guitar). Menurut Williams, nama "Paramore" berasal dari nama ibu dari salah satu pemain bass pertama mereka. Setelah band ini belajar makna dari huruf sebunyi paramour ("secret lover"), mereka memutuskan untuk mengadopsi nama, menggunakan ejaan Paramore. Lagu “Conspiracy” merupakan lagu pertama yang mereka tulis bersama-sama, dimasukkan pada album pertama mereka. Jimmy Eat World dan Sunny Day Real Estate dianggap sebagai dua band berpengaruh pada mereka. Selama tahun-tahun berikutnya, Paramore melakukan tour di berbagai tempat di luar daerah Nashville, termasuk festival konser Purple Door dan Warped Tour. John Janick, CEO dan pendiri label musik Fueled by Ramen, memegang demo lagu band Paramore dan pergi ke sebuah tempat bernama Taste of Chaos terdapat di Orlando, Florida untuk melihat band tampil langsung. Setelah hanya tampil di sebuah gudang, band ini menandatangani kontrak dengan label pada April 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramore melakukan perjalanan kembali ke Orlando, Florida, tetapi tak lama setelah tiba disana, Davis meninggalkan band, mengutip alasan pribadi untuk alasannya. Sisa empat anggota Paramore dilanjutkan dengan pembuatan album, menulis lagu "All We Know" tentang kepergian Davis, dan kemudian memutuskan untuk judul album mereka All We Know is Falling sebagai konsep. Album Paramore ini juga mencerminkan kesedihan. Williams menjelaskan, "Sofa di sampul All We Know is Falling dengan tidak ada seorang pun di sana dan bayangan berjalan pergi, itu semua karena Jeremy meninggalkan kami dan kami merasa seperti ada ruang kosong. Perekaman lagu telah memakan waktu tiga minggu, dan sebagai bahan promosi untuk album hanya menampilkan empat anggota yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tur, band menambahkan Yohanes Hembree (gitar bass) dalam band untuk menggantikan Davis. Selama musim panas itu, Paramore ini muncul dalam Girl Shira 2005 Warped Tour. Setelah diminta oleh band , Davis kembali ke Paramore setelah lima bulan terpisah, menggantikan Hembree. All We Know Is Falling dirilis pada 24 Juli 2005, dan mencapai peringkat 30 di Billboard's Heatseekers Chart. Pada tahun 2007, Paramore dinamai oleh majalah Inggris NME sebagai salah satu dari sepuluh band yang harus diperhatikan dalam "New Noise 2007" fitur. Pada bulan Januari, band ini memainkan akustik grand ditetapkan untuk pembukaan pameran di Warped Tour pada Rock and Roll Hall of Fame, Hayley Williams dan Josh Farro adalah penulis lagu utama. Biasanya Farro pertama menulis musik, kemudian membawanya ke Williams untuk melodi dan lirik. Anggota band yang tersisa kemudian mulai mengerjakan suara dan pengaturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramore mulai merekam album kedua mereka, Riot! Pada bulan Januari 2007, produksi berakhir Maret tanpa irama gitaris Hunter Lamb (yang meninggalkan band awal tahun 2007 setelah menikah); tanpa Lamb, gitaris Farro diperlukan untuk memainkan kedua gitar pada album. Taylor York, yang pernah berada pada satu band dengan dua bersaudara Farro sebelum kedua bertemu Williams, bergabung sebagai pengganti Hunter Lamb. Setelah didekati oleh produser Neal Avron dan Howard Benson, Paramore memilih untuk merekam Riot! dengan produser asal New Jersey, David Bendeth (Your Vegas, Breaking Benjamin), merilis album pada 12 Juni 2007. Riot! Masuk dalam Billboard 200 di nomor 20 tangga lagu Inggris di urutan 24, dan menjual 44.000 minggu pertama di Amerika Serikat. Nama Riot! dipilih karena itu berarti " ledakan emosi tak terkendali tiba-tiba ", dan itu merupakan kata yang "menyimpulkan semuanya". Single pertama dari album, dirilis 21 Juni 2007, "Misery Business", menurut Williams, "lebih jujur daripada apa pun yang pernah ditulis, dan orang-orang yang cocok emosi musikal." Pada tanggal 11 Oktober 2007, video musik "crushcrushcrush" memulai debutnya di televisi Amerika Serikat sebagai single berikutnya dari Riot!. Video klip "crushcrushcrush" menampilkan band memainkan musik dalam padang pasir yang tandus,dan sedang dimata-matai, dan kemudian band ini menghancurkan peralatan mereka. Lagu "Decode" adalah lagu tunggal untuk soundtrack film berbasis novel Twilight. Lagu lain yang berjudul " I Caught Myself " juga ditampilkan di soundtrack film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramore menulis dan menyelesaikan album terbaru mereka 'The Brand New Eyes' di awal 2009. Single pertama dari 'The Brand New Eyes' yang berjudul 'Ignorance' dan dirilis tanggal 7 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramore telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar band rock. Bakat dan dedikasi mereka telah membuktikan bahwa mereka dapat menangani hampir semuanya. Kita semua memiliki cinta dan gairah untuk musik ini, kata Josh. Kami membuat sambungan dengan fans kami yang membuat perbedaan dalam hidup mereka. Hayley menyimpulkan, Kami ingin semua orang mendengar album ini. Kami ingin mengambil sejauh kita bisa. RIOT! adalah segala sesuatu yang pernah kita ingin mengatakan pada satu album. Jika semua berakhir hari ini, inilah yang ingin untuk dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 18 Desember 2010, melalui situs resmi Paramore, mereka menyatakan bahwa kakak-beradik Josh dan Zac Farro resmi keluar dari Paramore[4]. Hayley mengatakan bahwa belakangan ini mereka sudah merasa tidak bahagia di Paramore. Namun dengan jumlah personil 3 orang, Hayley Williams, Jeremy Davis, dan Taylor York menyatakan untuk tetap melanjutkan apa yang telah mereka jalani selama ini. Pada 22 Desember, Josh, melalui sebuah blog kontroversial, menceritakan versinya sendiri tentang alasan dia dan adiknya keluar dari Paramore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian Farro bersaudara&lt;br /&gt;Hayley menyatakan bahwa kepergian Farro bersaudara pasti akan mempengaruhi musik Paramore, tapi mereka akan tetap pada genre asli mereka yaitu Alternative Rock. Dalam tour 2011, mereka merekrut personil tour Justin York (gitar) dan Josh Freese (drum), serta tetap masih dibantu oleh Jon Howard (keyboard).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Paramore &amp; all fans paramore&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-2297206349909196990?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/2297206349909196990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/paramore.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/2297206349909196990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/2297206349909196990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/paramore.html' title='Paramore'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dRbbKeHleKE/TeKOStMuTHI/AAAAAAAAAIM/Z_vPXj0y3fc/s72-c/paramore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-7213266937464005919</id><published>2011-05-29T11:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T11:03:38.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rock'/><title type='text'>Netral</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8Yfo-IfqowE/TeKKYgsNR4I/AAAAAAAAAIE/hFAVvSOFW-4/s1600/NetralHitam-08_p1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-8Yfo-IfqowE/TeKKYgsNR4I/AAAAAAAAAIE/hFAVvSOFW-4/s320/NetralHitam-08_p1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;NETRAL adalah Group Band yang dibentuk pada tanggal 11 November 1992. Dimana oleh pers Indonesia saat itu dikatakan sebagai Band Alternatif. Terlepas dari yang diberikan pers Indonesia ini benar atau tidak. Yang jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang benar-benar murni keluar dari hati Nurani mereka sendiri. Sesuai dengan Definisi Musik yang kita kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik adalah Suatu bahasa yang universal yang dapat dimengerti oleh semua orang, dimana musik menyuarakan isi hati sang pemusik yang memang ingin mengeluarkan dan membagikan apa yang mereka rasakan kepada semua orang. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak terbentuk, Netral hanya terdiri dari tiga personil, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BAGUS DHANAR DHANA&lt;br /&gt;Lahir pada tanggal 17 Januari 1971. Dalam band ini Bagus memainkan alat musik Bass Guitar dan juga sebagai Vokalis. Permainan Bass dan karakter suaranya memberikan warna PUNK pada musik Netral&lt;br /&gt;2. GABRIEL BIMO SULAKSONO&lt;br /&gt;Lahir pada tanggal 22 Desember 1971. Memainkan alat musik Drum, yang berhasil memberikan ciri yang unik pada musik Netral.&lt;br /&gt;3. RICY DAYANDANI&lt;br /&gt;Lebih dikenal dengan nama Miten, Lahir pada tanggal 23 September 1971, memainkan alat musik Guitar dengan memberikan ciri Rock ‘ N Roll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, mereka memainkan musik-musik dari luar negeri seperti Nirvana, Testament, Jimi Hendrix, Alice in chain, Metallica, dan lain-lain. Juga sering mengisi acara-acara di SMA-SMA maupun Universitas-Universitas di Jabotabek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat Netral semakin dewasa dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album sendiri. Pada tahun 1994, dengan melalui perjuangan yang tidak ringan, Netral akhirnya mendapatkan produser untuk album perdananya. Dibawah naungan PT. Indosemar Sakti, Netral merilis album wa…lah, dan berhasil menjual lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc dari album perdana ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua Netral berjudul Tidak Enak dirilis pada tanggal 30 Juli 1996 dan koferensi pers di Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan rekan pers dari daerah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album kedua Netral berjudul TIDAK ENAK, memang berkesan tidak enak, tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan lagu Bobo, boring day , dan desaku album kedua ini tidak kalah angka penjualannya dengan album pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini semakin dikenal banyak orang sehingga ketika band asing seperti Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys hadir di Indonesia pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival, Netral diminta untuk menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang menyaksikan pementasan Netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sukses di pementasan, namun sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral dalam nominasi BASF AWARD untuk kategori pendatang baru terbaik dari group Rock terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan judul “ Album Minggu Ini “ dan berlangsung menggelar tour ke-24 kota di Sumatera dan Jawa. Dengan klip video “ Pucat Pedih Serang “ buatan Rizal Mantovani, membuat penjualan album ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu pertama. Angka ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu lain yang sangat disukai pasar seperti lagu Kau, Selamat Datang, dan Dukun Kebo Ijo. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ini lebih mudah didengar, dengan harapan mampu menyerap pasar yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1998, Bimo menyatakan ingin keluar karena mau mencoba warna musik baru. Walaupun berat hati namun akhirnya Netral harus melepas Bimo. Masa-masa tanpa Bimo harus dilewati dengan Additional Drummer untuk mengisi jadwal pementasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Additional Drummer yang pernah membantu Netral, adalah :&lt;br /&gt;1. Hengky (Kindern)&lt;br /&gt;2. Toni Traxx (Kaktus)&lt;br /&gt;3. Eno (Djakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas desakkan produser, Netral harus segera mencari Drummer tetap untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Bimo, maka setelah mempertimbangkan banyak hal, diputuskan untuk mengajak Eno sebagai Drummer tetap Netral. Maka terhitung sejak 26 Maret 1999, Eno menerima tawaran Netral dan resmi menggantikan Bimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Data diri dari Eno adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama :&lt;br /&gt;Eno Gitara Riyanto&lt;br /&gt;Tempat/Tgl.Lahir :&lt;br /&gt;11 Oktober 1979&lt;br /&gt;Pengalaman :&lt;br /&gt;- Djakarta Band&lt;br /&gt;- Additional Musician untuk Bima Band&lt;br /&gt;Pendidikan :&lt;br /&gt;Universitas Pancasila, Fak. Teknik Arsitektur&lt;br /&gt;Warna Musik :&lt;br /&gt;Rock, Blues, Acid, Fusion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Eno, akhirnya Netral dapat merilis album keempatnya yang berjudul “ PATEN “ pada tanggal 9 Juni 1999. Dengan didukung Additional Musician seperti Dhani Ahmad dan Dessy Fitri, hits Netral yang berjudul “ Nurani “ dipercaya dapat menaikkan angka penjualan album diatas 150.000 unit. Apalagi di album ini masih ada materi-materi seperti Babi, ’98, &amp; Pecah Belah, Yang Enerjik, mudah dipahami dan dapat mewakili suara-suara anak muda yang selama ini kurang didengar.Sound Guitar yang unik dan pukulan Drum Eno yang dinamis menjadikan album ini lebih matang dari album-album sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1999 dengan bantuan sutradara Dimas Djayadiningrat video klip nurani menjadi juara video musik Indonesia untuk bulan Juli 1999/2000.&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus – September netral melakukan tour di beberapa kota di jawa – bali termasuk bisa main di centerstage di Hard rock hotel Bali yang biasanya diisi oleh musik-musik yang easy listening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir bulan November Miten mengundurkan diri dari netral setelah beberapa kali absen di setiap kegiatan. Pada bulan Desember 1999 Miten berpamitan untuk berangkat ke Amerika meneruskan sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Miten mengundurkan diri, dan sementara posisinya diisi oleh beberapa additional , yang antara lainnya adalah Damar ( kakak kandung Miten). Adapun pengisi gitar selama belum mendapat pengganti adalah :&lt;br /&gt;1. Apoy ( Denny Iskandar)&lt;br /&gt;2. Damar&lt;br /&gt;3. Denny Chasmala&lt;br /&gt;4. Taras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bergantian mereka membantu netral untuk konser, rekaman atau kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei 2000 netral menyelesaikan rekamannya untuk “album the best” yang materinya 12 lagu kumpulan dari album pertama hingga keempat dan ditambah dua lagu baru yang berjudul Cahaya bulan, dan Warna Biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total jumlah keseluruhan lagu dalam album ini adalah 14 lagu, terdiri dari :&lt;br /&gt;Cahaya Bulan, Wa..lah, Nurani, Pelangi, Pucat Pedih Serang, Sakau, Boring day, Bulan, Babi, Kau, Desaku, Sampah, Bobo, Warna biru.&lt;br /&gt;Untuk lebih menarik lagi judul album ini di plesetkan menjadi Netral is the best. Dan akhirnya pada bulan Juni 2000 kaset dan Compact Disc album ini dirilis oleh PT. Indo Semar Sakti selaku produser netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tahun 2001, dengan 2 orang personil aja netral merilis album ke V dengan judul “Oke Deh” dengan hits singlenya Bertarung.&lt;br /&gt;Album ini berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh beberapa additional gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, Netral mendapat satu personil baru untuk posisi gitar yaitu Coki, setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional gitar di beberapa konser musik bersama netral, makan akhirnya, coki resmi menjadi anggota netral. Di tahun yang sama, netral merilis album terbaru bertitel “Kancut” dengan single pertamanya yang berjudul – I Love You. Album ini cukup sukses dan merebut perhatian anak-anak muda karena materi album ini cukup fresh, dan unik namun memiliki ciri khas netral yang kental. Pada akhir tahun 2003 , Netral mengeluarkan klip keduanya berjudul – Namanya Juga Netral. Lagu yang sedikit berbau bossas ini disertai lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan beat ala netral yang kencang dan powerful, menjadikan lagu ini menjadi sesuatu yang baru dan unik bagi pasar musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 7 Februari 2005, netral merilis album ke VII, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping DVD saja, netral bermaksud agar album ini menjadi persembahan yang special bagi para pecinta musik netral. Karena album ini hanya dicetak terbatas. Dengan menjadi produser album sendiri dengan nama “Kancut Record”, netral merilis album “Hitam” , dengan single pertamanya – Haru Biru. Album ini hanya dijual melalui fans club neytral, melalui distro dan melalui MTV trax, dengan disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album ini. Maka menjadikan album ini sesuatu yang special dan mungkin baru pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bulan Juni 2005, netral merilis album ke 8 yang berjudul “Putih” . Atas desakkan para penggemar netral, maka album ini dirilis secara nasional dengan bekerja sama dengan Alfa Records sebagai distributor, maka album putih ini bisa diperoleh di semua toko kaset. Album ini menghasilkan banyak single seperti ; “Terbang Tenggelam”’, “Sorri”, “di Pantai di kala rembulan”, “Super Hero”, dan “Terompet Iblis”. Album putih ini cukup sukses dalam penjualannya yang tidak kurang dari 100 ribu keping kaset terjual di seluruh Indonesia. Belum lagi jadwal konser yang padat selama 1 tahun penuh, membuat album Putih ini cukup sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Netral yang berarti bebas, tanpa batasan, positif, dan tidak pernah berpihak pada apa dan siapapun, hanya berpihak pada dirinya sendiri dan diatas segalanya tentunya Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.netralmusik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-7213266937464005919?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/7213266937464005919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/netral.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/7213266937464005919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/7213266937464005919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/netral.html' title='Netral'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8Yfo-IfqowE/TeKKYgsNR4I/AAAAAAAAAIE/hFAVvSOFW-4/s72-c/NetralHitam-08_p1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-5410472792453205112</id><published>2011-05-29T10:51:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T10:52:12.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pop'/><title type='text'>Padi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qbUp2xTPSkg/TeKHfEq3FsI/AAAAAAAAAH8/QjFckHTSRJ8/s1600/Padi-1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="171" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-qbUp2xTPSkg/TeKHfEq3FsI/AAAAAAAAAH8/QjFckHTSRJ8/s320/Padi-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;PADI, sebelumnya hanyalah salah satu band kampus yang ada Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Beranggotakan Andi Fadly Arifuddin (Fadly, Vokalis), Satriyo Yudhi Wahono (Piyu, Gitar), Ari Tri Sosianto (Ari, Gitar), Rindra Risyanto Noor (Rindra, Bass), dan Surendro Prasetyo (Yoyok, Drum).&lt;br /&gt;Sebelum bernama PADI, band ini dulu bernama SODA. Mereka tampil pertama kali di sebuah acara kampus di Fakultas Hukum Unair Oktober 1996. Barulah pada tanggal 8 April 1997 mereka mengganti nama band-nya dengan nama PADI. Nama ini dilontarkan pertama kali oleh Yoyok, sang drummer. Selain karena filosofinya semakin berisi semakin merunduk, ibarat makanan pokok mereka menginginkan band ini bisa dinikmati oleh semua orang. Mulai dari tukang becak, anak kecil, hingga para eskesuktif berdasi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Meski nama PADI sering dianggap “kampungan”, karena dianggap makanan orang susah. Tapi PADI punya makna sangat membumi, di mata mereka PADI juga merupakan lambang kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang personil sangat beragam, mereka tidak begitu saja bertemu dan langsung membentuk sebuah band. Pertama kali Piyu dan Ari yang sepakat untuk membikin sebuah band. Untuk bassis, Ari mengajak temannya Rindra karena dulu pernah tergabung dalam satu band yang bernama WARNA. Baru setelah itu ditemukan sang vokalis-Fadly dan drummer-Yoyok. Fadly, yang pertama kagum akan permainan gitar Ari ketika manggung dalam salah satu pementasan di kampusnya, pada awalnya menawarkan Fadly diri kepada Ari untuk bergabung di band-nya jika memerlukan seorang bassis (sejak SMA, Fadly adalah seorang bassis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk skill personil, sudah jangan diragukan lagi. Piyu, yang sebelumnya bermain di band yang memainkan lagu-lagu beraliran keras bersama Crystal Band, dulu pernah menjadi teknisi gitar di sebuah band ternama di Indonesia. Rajin ngulik gitar dari SMA, dan kepiawaiannya dalam menciptakan lirik tidak banyak diragukan lagi. Banyak lagu-lagu hits-nya PADI di kemudian hari yang terlahir. Begitupun dengan Rindra, pernah dalam satu tahun menyabet gelar bassis terbaik di tahun 1992. Lain lagi dengan Yoyok, siapa sih yang tidak kenal jebolan Andromeda band yang pernah meraih gelar drummer terbaik se- Indonesia pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.sobatpadi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-5410472792453205112?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/5410472792453205112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/padi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/5410472792453205112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/5410472792453205112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/padi.html' title='Padi'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qbUp2xTPSkg/TeKHfEq3FsI/AAAAAAAAAH8/QjFckHTSRJ8/s72-c/Padi-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2994471669291026957.post-5456206218997351491</id><published>2011-05-29T10:47:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T10:53:06.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metal'/><title type='text'>Mayhem</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nIAMMutdU14/TeKGeQR4sLI/AAAAAAAAAH0/zqBylBfQm9o/s1600/Morbid__Mayhem_-_A_Tribute_To_The_Black_Emperors_-_Front.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="319" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-nIAMMutdU14/TeKGeQR4sLI/AAAAAAAAAH0/zqBylBfQm9o/s320/Morbid__Mayhem_-_A_Tribute_To_The_Black_Emperors_-_Front.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun awal (1981-1990) Mayhem didirikan pada 1981 oleh gitaris/vokalis Euronymous, basis Necrobutcher, dan drummer Manheim. Euronymous kemudian berkonsentrasi pada gitar setelah vokalis Messiah (Eirik Nordheim) bergabung pada 1986, yang kemudian digantikan oleh Maniac (Sven Erik Kristiansen). Setelah dua demo, mereka merekam Deathcrush dengan perusahaan rekaman baru Euronymous, Posercorpse Music.&lt;br /&gt;Jørn Stubberud (Necrobutcher), Øystein Aarseth (Euronymous), Per Yngve Ohlin (Dead), dan Jan Axel Blomberg (Hellhammer)&lt;br /&gt;Awalnya musik mereka dipengaruhi oleh genre death/speed metal, namun kemudian berkembang menjadi lebih unik. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tema-tema kekerasan dari death metal kemudian diimbuhi dengan nihilisme dan anti-agama, dipengaruhi oleh mitologi Norse, filosofi Friedrich Nietzsche, satanisme (walaupun Euronymous menolak paham satanisme Aleister Crowley dan Anton LaVey dan memandang setan dari perspektif Kristen).&lt;br /&gt;Deathcrush yang diproduksi sejumlah 1000 keping terjual cepat, dan diterbitkan ulang pada 1993 oleh Posercorpse Music, setelah digabung dengan Deathlike Silence Productions dan toko rekaman Euronymous Helvete. Rencana Euronymous adalah menjadikannya “…like a black church in the future. We’ve thought about having total darkness inside, so that people would have to carry torches to be able to see the records.”&lt;br /&gt;Per Yngve Ohlin (Dead) dan Øystein Aarseth (Euronymous)&lt;br /&gt;Pada 1988, Manheim dan Maniac meninggalkan band ini; Manheim karena ingin mencari pekerjaan tetap, Maniac setelah gagal bunuh diri dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Mereka digantikan oleh Dead dan Hellhammer.&lt;br /&gt;Dead, seperti namanya, memiliki sifat melankolis dan menggemari tema-tema kematian, pembusukan, dan kegelapan. Bahkan Euronymous, yang tidak menyukainya, khawatir akan kesehatan jiwanya. Walaupun demikian Dead memiliki banyak teman dalam dunia black metal, walaupun dianggap sedikit naif.&lt;br /&gt;Menurut Bard Eithun, “He (Dead) wasn’t a guy you could know very well. I think even the other guys in Mayhem didn’t know him very well. He was hard to get close to. I met him two weeks before he died. I’d met him maybe six to eight times, all in all. He had lots of weird ideas. I remember Aarseth was talking about him and said he did not have any humour. He did, but it was very obscure. Honestly, I don’t think he was enjoying living in this world.” [1]&lt;br /&gt;Dead memiliki tingkah laku yang aneh; suatu kali ia mengubur pakaiannya di bawah tanah selama beberapa minggu sehingga ia dapat memakai pakaian tersebut yang sudah membusuk dalam suatu konser. Ia juga pernah memasukkan seekor gagak mati ke dalam kantong plastik untuk “menghirup hawa kematian” sebelum naik panggung. Hal ini makin memperkuat atmosfir musik Mayhem, dan lirik band ini berkembang menjadi satanisme, kegelapan, depresi, dan kejahatan. Dalam banyak pertunjukan mereka, kepala-kepala babi ditancapkan di atas tombak dan Dead melukai dirinya sendiri dengan pisau.&lt;br /&gt;Formasi dengan Dead dan Euronymous menjadi terkenal. Setelah beberapa pertunjukan di Norwegia dan Jerman (di mana Live in Leipzig direkam), Mayhem mulai merekam album mereka yang pertama, De Mysteriis Dom Sathanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De Mysteriis Dom Sathanas&lt;br /&gt;Pada bulan April 1991, Dead mati bunuh diri dalam usia 22 tahun dengan tembakan di kepala dan luka-luka di pergelangan tangan, disebabkan oleh pisau berburu yang baru ia beli hari itu. Ia bunuh diri di rumah yang ia sewa bersama anggota-anggota Mayhem lainnya di Kråkstad, dan meninggalkan pesan “Excuse all the blood, Cheers” walaupun anggota-anggota Mayhem lain mengatakan isinya lebih panjang, termasuk “the knife was too dull to finish the job so I had to use the shotgun”. Euronymous adalah yang pertama menemukan jenazahnya, dan ia mengambil beberapa foto yang kemudian digunakan sebagai sampul album bootleg Dawn of the Black Hearts.&lt;br /&gt;Menurut Occultus, yang menggantikan Dead sebagai vokalis Mayhem, “He (Dead) didn’t see himself as human; he saw himself as a creature from another world. He said he had many visions that his blood has frozen in his veins, that he was dead. That is the reason he took that name. He knew he would die..”[2]&lt;br /&gt;Peluru yang ia gunakan dikirim oleh seorang musisi dari Bergen, Norwegia bernama Kristian Vikernes (atau Varg Vikernes, Count Grishnackh; ex Old Funeral, satu-satunya anggota band black metal Burzum, yang kemudian membunuh Euronymous). Euronymous bersikap dingin dan oportunistis terhadap bunuh diri Dead; dalam beberapa wawancara ia mengatakan bahwa Dead bunuh diri karena musik death metal, jenis musik dari AS yang ditentang oleh black metal, semakin terkenal. Menurut Hellhammer, Euronymous mengambil beberapa potongan otak Dead dan membuat sop, dicampur dengan daging, sayuran, dan merica. “He’d always said he wanted to eat flesh, so he figured this was an easy way.” Euronymous juga mengaku membuat kalung dari beberapa serpihan tengkorak Dead, dan mengirimnya ke beberapa musisi, misalnya band black metal Swedia Marduk.&lt;br /&gt;Pada 1993, Live in Leipzig diterbitkan dan dipersembahkan kepada Dead. Kemudian diikuti oleh bootleg Dawn of the Black Hearts. Karena band ini mulai diselidiki oleh polisi dan media massa, Necrobutcher hengkang dan tinggal tersisa dua anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun itu juga, proses rekaman untuk De Mysteriis Dom Sathanas dilanjutkan dengan Attila Csihar sebagai vokalis dan Count Grishnackh sebagai bassist.&lt;br /&gt;Karena penyelidikan polisi pula, Euronymous terpaksa menutup toko rekamannya Helvete. Pada saat ini ia berhutang sekitar 30.000 NOK pada Grishnackh, namun menolak untuk membayar.&lt;br /&gt;Pada 10 Agustus 1993, Grishnackh pergi dari Bergen ke apartemen Euronymous di Oslo bersama Blackthorn (Snorre Westvold, dari band Thorns. Dalam perjalanan selama 7 jam itu, ia mampir ke rumah beberapa teman, menciptakan alibi dengan menyewa video atas nama mereka. Sampai di rumah Euronymous, Grishnackh menusuknya dengan pisau. Menurut otopsi Euronymous ditusuk 23 kali, 2 di kepala, 5 di leher, dan 16 di punggung. Walaupun demikian, Vikernes mengaku Euronymous jatuh di atas pecahan-pecahan kaca dari sebuah lampu yang jatuh ketika mereka berkelahi. Hal ini, menurutnya, menyebabkan luka-luka tusukan di tubuhnya.&lt;br /&gt;Walaupun kecurigaan awal jatuh ke orang-orang Swedia, Grishnackh meninggalkan bukti berupa salinan kontrak yang berlumur darah (digunakan sebagai alasan mengunjungi Euronymous). Dalam waktu beberapa hari, polisi dapat dengan cepat menangkapnya dengan tuduhan pembunuhan. Ia tetap merekam musik di penjara sebagai proyek yang bernama Burzum. Dengan hanya satu anggota tersisa, Hellhammer, Mayhem efektif bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.id.wikipedia.org/wiki/Mayhem&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2994471669291026957-5456206218997351491?l=music-bakty.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://music-bakty.blogspot.com/feeds/5456206218997351491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/mayhem.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/5456206218997351491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2994471669291026957/posts/default/5456206218997351491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://music-bakty.blogspot.com/2011/05/mayhem.html' title='Mayhem'/><author><name>iqbal</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-I3yMozaBXsk/Tlh-X_yz-KI/AAAAAAAAAKg/ZVk59yKX4Ro/s220/as.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nIAMMutdU14/TeKGeQR4sLI/AAAAAAAAAH0/zqBylBfQm9o/s72-c/Morbid__Mayhem_-_A_Tribute_To_The_Black_Emperors_-_Front.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
